inDriver Inovasi Terbaru Aplikasi Transportasi Online Hadir di Aceh

inDriver Inovasi Terbaru Aplikasi Transportasi Online Hadir di Aceh

RADARINDO.co.id-Medan:
Warga Aceh kini dapat mencoba aplikasi transportasi terbaru yang bisa menentukan biaya perjalanan sendiri.
inDriver sebuah aplikasi transportasi online yang berkantor pusat di Mountain View, California, kini hadir dan tersedia di Aceh. Kehadirannya dalam rangka meninjau respon masyarakat akan inovasi terbaru aplikasi transportasi online. Fitur unggulannya yaitu Real Time Deals, membuat penumpang dapat menentukan biaya perjalanannya sendiri. Para mitra yang tergabung juga dapat memilih sendiri perjalanan yang paling menguntungkan dan nyaman.
Demikian sesuai rilis berita RADARINDO.co.id yang diterima, Jumat (21/020/2020) siang. Dengan begitu, penumpang tidak akan merasakan kenaikan harga yang disebabkan oleh jam sibuk, kemacetan lalu lintas, dan banyaknya permintaan. Sekarang, layanan ini digunakan oleh 38 juta pengguna di lebih dari 300 kota di 31 negara.
Di Aceh, mitra yang terhubung pada aplikasi ini sudah sebanyak 220 pengemudi, dan setiap harinya ada puluhan pengemudi baru yang mendaftarkan diri. Pada tahap awal setelah peluncuran, inDriver tidak akan membebankan biaya komisi kepada mitra terdaftar, pendapatan 100% untuk pengemudi. Fitur yang dimiliki inDriver memperbolehkan penumpang untuk mengatur tarif mereka sendiri terkait rute atau destinasi yang menjadi tujuan mereka.

Nantinya, pengemudi terdekat akan langsung menerima pemberitahuan melalui aplikasi dan akan ada tiga pilihan yang dapat dipilih sesuai dengan yang mereka inginkan:

1. Menerima biaya yang ditetapkan oleh penumpang.

2. Mengabaikan tawaran penumpang, dan

3. Menawar dengan harga yang lebih tinggi.

Fitur unggulan yang menguntungkan bagi para mitra saat menerima pesanan adalah, mereka tidak secara langsung ditetapkan sebagai pengemudi dari penumpang yang memesan. Begitu penawaran disetujui oleh pengemudi, penumpang dapat memilih pengemudi yang sesuai dengan kategori yang diinginkan seperti tarif yang sesuai, peringkat pengemudi di aplikasi, perkiraan waktu kedatangan atau model kendaraan. Selain itu, inDriver menawarkan pilihan kepada para pengguna untuk menciptakan perjalanan yang lebih aman dan nyaman. Penumpang dapat berbagi lokasi GPS dan detail perjalanan secara langsung dari aplikasi dengan orang yang mereka percaya.
Jangkauan area pelayanannya mencakup seluruh daerah pinggiran kota Aceh. Saat ini, pembayaran bisa dilakukan dengan uang tunai, yang memungkinkan dapat mengurangi biaya perjalanan, tidak seperti ketika membayar dengan kartu atm yang mengenakan biaya tambahan.
Minggu ini akan ada penawaran menarik khusus untuk pengguna inDriver. Bagi penumpang yang menggunakan aplikasi inDriver akan mendapatkan potongan harga 20% dari tarif normal.
Contohnya, untuk perjalanan dari Museum Tsunami Aceh ke Masjid Raya Baiturrahman, pengguna hanya membayar Rp11.000 dengan jarak tempuh 1,5 km dan dari Universitas Muhammadiyah Aceh ke Setak On You Rp19.000 dengan jarak tempuh 5,2 km.
Aplikasi dapat diunduh di Google Play Store dan AppStore secara gratis. Untuk informasi lebih lanjut silahkan mengunjungi Instagram @inDriver_Indonesia atau silahkan menghubungi untuk menjadwalkan wawancara : Manager For Drivers Support, inDriver Indonesia Ryan Rwanda 081289101447.
Tentang inDriver Selama musim liburan tahun baru 2012, suhu turun di bawah -45C di kota Yakutsk, Siberia, di Rusia Timur. Akibatnya, pengemudi taksi lokal secara bersamaan menggandakan biaya perjalanan – membuat pengendara (secara harfiah) keluar dalam cuaca dingin. Sebagai tanggapan, penduduk Yakutsk menciptakan kelompok “Pengemudi Independen” di jejaring sosial Rusia, tempat orang-orang memposting permintaan perjalanan, mendaftar harga yang ingin mereka bayar, dan pengemudi menerima pesanan mereka.
Hanya dalam enam bulan, lebih dari 60.000 orang telah bergabung dengan grup. Tidak lama kemudian, aplikasi seluler inDriver dibuat untuk menggantikan grup, yang memungkinkan penumpang untuk secara mandiri menetapkan ketentuan paling optimal untuk perjalanan mereka. Saat ini, layanan ini digunakan oleh 38 juta pengguna di lebih dari 300 kota di 31 negara. (KRO/RD/Tim)